Sejarah Menarik Cincin Pernikahan Berlian

Sejarah Menarik Cincin Pernikahan Berlian

Diperkirakan berlian pertama kali ditemukan di India sekitar 6.000 tahun yang lalu di dasar sungai di wilayah tersebut. India dianggap sebagai satu-satunya sumber berlian untuk jangka waktu yang lama. Sejumlah kecil berlian mulai muncul di regalia dan perhiasan Eropa pada abad ke-13, ditetapkan sebagai titik aksen di antara mutiara dalam emas tempa.

Pada abad ke-16, berlian menjadi lebih besar dan lebih menonjol, sebagai tanggapan terhadap perkembangan segi berlian, yang meningkatkan kecemerlangan dan apinya. Berlian mendominasi perhiasan kecil selama abad ke-17 dan yang besar pada abad ke-18. Sebelum berlian menjadi bentuk mata uang kuno atau simbol cinta modern, berlian dikelilingi oleh takhayul, spiritualitas, sihir, mistik, dan kepercayaan ilahi.

Sebuah berlian harus melalui banyak hal sebelum terjadi di leher atau jari seorang wanita cantik. Berlian terbentuk jauh di dalam bumi di bawah panas dan tekanan yang ekstrem. Mereka dikeluarkan dengan keras ke atas sampai mereka tiba di atau dekat permukaan bumi. Kemudian mereka dibelah dan dipotong dan dipoles sampai kecantikan alami mereka bersinar.

Sifat berlian

Kekerasan, kecemerlangan, dan kilauan berlian membuatnya tak tertandingi sebagai permata. Dalam simbolisme batu permata, berlian melambangkan cinta yang teguh dan merupakan batu kelahiran untuk bulan April. Batu berlian ditimbang dalam karat (1 karat = 200 miligram) dan dalam poin (1 poin = 0,01 karat). Kekerasan berlian bervariasi secara signifikan dalam arah yang berbeda, menyebabkan pemotongan dan pemolesan beberapa permukaan menjadi lebih mudah daripada yang lain.

Tren cincin kawin berlian

Bangsa Romawi kuno diyakini telah memulai tradisi cincin pertunangan sebagai pengganti pemberian uang atau benda berharga kepada pengantin wanita. Tapi simbolismenya bukan tentang cinta melainkan kepemilikan. Pada tahun 1477, Archduke Maximillian dari Austria, jatuh cinta dengan Mary of Burgundy, menugaskan cincin berlian pernikahan pertama, memicu tren pada saat itu untuk menggunakan berlian sebagai bagian dari proses lamaran dan menciptakan tradisi yang masih kita ikuti sampai sekarang. .

Sebagian besar wanita saat ini lebih suka menghiasi diri mereka dengan cincin kawin mahal berpotongan bundar yang terlihat elegan di jari mereka dan membuat mereka menonjol di tengah orang banyak. Berlian yang terlihat kecil dan sederhana dapat membuat perbedaan, meningkatkan kepribadian Anda. Bukan hanya wanita tetapi pria juga lebih suka memakai perhiasan berlian yang terlihat luar biasa dengan penampilan mereka.

Akhir-akhir ini, cincin berlian dengan sentuhan emas putih telah berkembang sebagai pernyataan gaya di kalangan pria, termasuk selebriti, politisi, dan olahragawan. Kemurnian dan kilau berlian kini telah menjadi simbol kedalaman komitmen seorang pria kepada wanita yang dicintainya hampir di seluruh penjuru dunia.

Perhiasan Berlian