Cara Memilih Berlian yang Berkualitas

Cara memilih berlian itu abadi. Maka memilih berlian sebaiknya juga tidak asal-asalan. Pasalnya selain di pakai sebagai perhiasan, berlian bisa juga di wariskan, bahkan untuk investasi. Lalu bagaimana memilih berlian? Apa saja yang harus di perhatikan? mari simak kriteria utama yang harus di perhatikan, di tambah dua kriteria yang tak kalah penting.

Memilih Berlian, Apa yang Harus Diperhatikan?

1.Colour

 Warna berlian akan menentukan harga dan keindahannya. Oleh sebab itu, warna berlian adalah faktor utama yang harus kita perhatikan saat memilihnya. Berlian berasal dari karbon yang mengalami proses pemampatan sehingga mengeras. Hasil proses itu memunculkan batu super keras berwarna bening. Namun seringkali ada zat-zat lain yang ikut dalam proses sehingga memunculkan warna, seperti nitrogen yang menyebabkan warna kekuningan, atau kristal lain yang membuatnya kecoklatan. Alhasil berlian jernih tanpa jejak warna lain di golongkan sebagai berlian yang langka, dan harganya pun menjadi mahal.
Gemological Institute of America (GIA) membagi skala warna berlian itu dari D hingga Z. Tingkat warna berlian tertinggi dengan jejak warna paling sedikit di golongkan dalam skala D, sedangkan tingkat warna berlian terendah dengan jejak warna yang banyak alias adalah Z. “Skala D adalah yang paling putih. Walau begitu, sampai dengan skala G pun, kita dengan mata telanjang masih melihatnya berwarna putih,” ujar Leticia, Kamis (7/2/2019).
Untuk mengetahui seberapa banyak jejak warnanya, kita harus melihatnya menggunakan alat khusus seperti teropong berlian yang bisa memperbesar ukurannya, dibandingkan dengan warna standar. Bila dengan mata telanjang saja kita sudah bisa melihat jejak warna yang membuatnya tampak tidak bersih, maka berlian tersebut umumnya tidak di hargai terlalu tinggi. Bagaimana bila warnanya melebihi skala Z? Bukankah berlian berwarna seperti Hope Diamond yang terkenal itu justru berharga mahal? Untuk kategori itu GIA memasukkannya dalam kelompok Fancy Color Diamond dan diukur dengan parameter yang berbeda.

2.Clarity

Hal kedua cara memilih berlian yang harus di perhatikan adalah clarity atau kejernihan. Seperti kebanyakan batu mulia, berlian juga tak luput dari cacat atau noda lain yang mempengaruhi tingkat kejernihannya. Cacat ini bisa berupa titik, goresan, atau bentuk seperti gelembung air. Yang perlu di perhatikan adalah ukuran cacat itu, apakah besar atau kecil. Cacat yang besar membuat berlian berkurang harganya. Lalu seberapa banyak cacat yang di temukan, karena makin banyak, harganya pun makin turun. Selain itu, di mana letak cacat tersebut, karena cacat di bagian yang terlihat membuatnya menjadi turun grade-nya.
Standar dari GIA menggolongkan kejernihan dalam beberapa tingkat. Yang tertinggi adalah FL (Flawless), alias tidak ada cacat, lalu IF (Internally Flawless), tidak ada cacat di dalam namun memiliki bekas tanda di luar berlian yang hanya bisa dilihat dengan alat khusus. Tingkatan di bawahnya adalah VVS (Very Very Slightly Included), yaitu cacat pada bagian dalam berlian yang hanya dapat dilihat menggunakan teropong berlian. Selanjutnya VS (Very Slighty Included), cacat pada bagian dalam berlian yang tidak tampak dengan menggunakan mata telanjang, namun mudah terlihat jika menggunakan teropong berlian.
Adapun tingkat terendah adalah I (Included), cacat pada berlian sangat mudah dilihat dengan menggunakan kaca pembesar atau cacatdalam jumlah banyak sehingga terlihat mata telanjang.

3.Carat

Berlian dan batu permata lainnya diukur berdasar berat bukan volume. Karat sebagai pengukur berlian adalah massa satuan yang setara dengan 0,2 gram (200 mg). Ukuran karat ini berbeda dengan ukuran pada emas, yang menggunakan karat sebagai penunjuk kemurniannya. Misalnya, 24 karat adalah emas murni, sedangkan 18K adalah 18 bagian emas dan 6 bagian logam campuran lain. Semakin besar berlian, artinya semakin tinggi karatnya, makin mahal pula harganya. Tentu hal ini juga harus dilihat dari parameter lain, seperti clarity dan colournya.

Berlian-berlian besar umumnya bisa digunakan sebagai perhiasan yang solitaire, atau dijadikan batu utama dengan berlian lain yang lebih kecil sebagai hiasannya. Menurut Leticia Paramita, berlian yang tepat dijadikan investasi adalah yang berukuran 0,5 karat ke atas. Sedangkan berlian yang lebih kecil, kebanyakan dipakai sebagai perhiasan yang sifatnya fashion.

4.Cut

 Berbeda dari dugaan kebanyakan orang, ternyata cut adalah hal yang sering dianggap paling penting dibanding C lain (clarity, color, carat). Alasannya, potongan berlian akan menentukan bagaimana batu tersebut memantulkan cahaya sehingga menghasilkan kecemerlangan tertentu. Berlian yang di potong dengan tepat akan menghasilkan pantulan cahaya yang cemerlang meskipun warna atau kejernihannya tidak begitu bagus. Sebaliknya, berlian tidak akan terlalu berkilau jika potongannya buruk, walau kejernihan dan warnanya bagus. “Beberapa orang seringkali irit memotong berliannya, sehingga hasil akhirnya justru tidak terlalu bagus. Padahal berlian kecil yang cemerlang bisa jadi lebih berharga di banding berlian yang lebih besar namun buram karena salah potong,” kata Laeticia.
Karena itu, kita sebaiknya mempercayakan pemotongan pada ahlinya, atau memilih berlian dengan potongan yang tepat. Gemological Institute of America menentukan tingkatan mutu pemotongan berlian dari yang tertinggi hingga yang terendah sebagai Excellent, Very Good, Good, Fair, dan Poor.

5.Certificate

 Nah, selain empat kriteria di atas, menurut Laeticia ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu sertifikat. Umumnya berlian yang memiliki sertifikat adalah yang berukuran di atas 0,5 karat. Mengapa sertifikat penting? Kebanyakan orang awam tidak bisa membedakan kualitas berlian berdasar kriteria 4C di atas. Nah, sertifikat berisi tentang kualitas berlian yang kita beli, mulai dari berat berlian, kejernihan, warna berlian, dan potongan. Selain menghindarkan penipuan atau kekeliruan, sertifikat juga bisa menjadi jaminan bahwa berlian yang kita beli berasal dari sumber-sumber yang terpercaya.

6. Confidence

Yang terakhir cara memilih berlian dalam pemilihan berlian adalah keyakinan atau confidence. Kita juga bisa mengartikannya sebagai kemantapan. Rasa yakin ini seringkali mengalahkan hal lain, karena ukurannya adalah hati kita.
Untuk mendapatkan keyakinan, kebanyakan orang kemudian membeli berlian di toko yang sudah di percaya. “Kalau kita ragu terhadap penjualnya, maka nilai confidence ini tidak kita dapatkan, dan orang cenderung urung membeli,” jelas Laeticia. Karenanya, saat berbelanja berlian, kita sebaiknya membeli di toko yang sudah kita percaya sehingga barang yang kita beli benar-benar sesuai dengan harapan kita.

Tips Memilih Berlian Bagi Pemula

Berlian selama ini jadi primadona di industri perhiasan. Sebab berlian alami yang proses pembuatannya memakan waktu miliaran tahun ini memiliki pesona yang tak di miliki batu permata lain. Sebab itulah, ini adalah waktu yang tepat untuk membeli perhiasan berlian. Nah, ada beberapa tips yang harus di perhatikan bagi kalian yang baru pertama kali membeli perhiasan berlian.

Perhiasan berlian bukan hanya berfungsi untuk melengkapi penampilan. Aksesoris yang biasanya terbuat dari logam mulia dan di hiasi berlian juga kerap di jadikan investasi. Tak lain dan tak bukan adalah karena harganya yang terus merangkak naik.

Namun kalian harus memperhatikan beberapa hal sebelum membeli perhiasan berlian agar mendapatkan kualitas terbaik dengan harga yang nggak bikin kantong jebol.Kita telah merangkum tips membeli perhiasan berlian bagi first time buyer. Berikut ulasannya:

1. Pahami Standar 4C

Ingin melamar kekasih dengan cincin berlian? Pahami standar 4C (clarity, colour, cut dan carat) terlebih dahulu sebelum membeli perhiasan berlian. Standar inilah yang di gunakan untuk mengukur kualitas sebuah berlian.

Empat aspek ini pula yang mempengaruhi harga berlian. Semakin tinggi kualitas sebuah berlian, semakin mahal pula harganya.

2. Cut, Aspek Terpenting

Dari 4C yang menentukan kualitas berlian, cut bisa di katakan menjadi aspek terpenting. Sebab cut berhubungan dengan potongan berlian yang memiliki pengaruh besar terhadap kilau berlian.

Potongan berlian menentukan kemampuan berlian dalam memantulkan cahaya. Semakin banyak cahaya yang bisa di pantulkan, semakin berkilau pula berlian tersebut.

Kualitas cut terbaik adalah excellent. Di bawah kualitas excellent, terdapat kualitas very good,good, fair dan poor. Tentu saja, semakin tinggi tingkat kualitas cut semakin indah pula berlian tersebut. Di Fifth Bloom, kami hanya menyediakan berlian dengan cut excellent. Sehingga di jamin, pembeli mendapatkan berlian dengan kilau maksimal.

Sebuah berlian yang memiliki cut sempurna, bisa membuat kekurangan pada dua aspek lain yakni clarity dan colour tertutupi. Sehingga pastikan bahwa kalian memilih cut berlian yang excellent, karena kualitas ini bisa memantulkan cahaya dengan sempurna.

3. Kalian Bisa Menghemat pada Aspek Clarity dan Colour

Clarity mengacu pada kejernihan berlian. Aspek ini di kaitkan dengan inklusi atau cacat pada berlian yang terbentuk secara alami, ketika proses terbuatnya berlian. Semakin jernih sebuah berlian, maka semakin mahal pula harganya dan tentunya semakin sedikit inklusi yang ada.

Adanya inklusi dan cacat di bagian luar berlian (goresan) mampu mengurangi tingkat kejernihan berlian. Tingkatan clarity berlian di mulai dari yang tertinggi yakni flawless (FL), internally flawless (IF), very very slightly included (VVS1 dan VVS2), very slightly included (VS1 dan VS2), slightly included (SI1 dan SI2) dan included (I1, I2 dan I3).Sementara colour mengacu pada kualitas warna berlian. Untuk berlian putih, kualitas warnanya di ukur dengan rentang warna D-Z. Rentang tersebut terbagi dalam lima kategori yakni, colourless (tidak berwarna, D-F), near colourless (nyaris tidak berwarna, G-J), faint (sedikit tidak berwarna, K-M), very light (cukup berwarna, N-R), dan light (terlihat jelas berwarna, S-Z).

Kebanyakan toko perhiasan berlian di Indonesia cenderung menyarankan konsumen untuk membeli berlian dengan kualitas F-VVS. Namun kualitas ini tak menjamin berlian kalian memiliki kilau terbaik. Tergantung dengan cut yang di pilih.

Inklusi pada berlian pun hanya bisa di lihat melalui pembesaran 10x oleh grader profesional. Sebab inklusi tak bisa di lihat secara kasat mata.

Begitu pula dengan warna berlian. Perbedaan warna antara kategori D-F dan G-J pun tak terlalu jauh. Hal ini hanya bisa di lihat oleh ahli yang terlatih di bidangnya.

Sehingga akan lebih baik jika kalian memilih kualitas berlian di bawah F-VVS. Dengan begitu kalian bisa memaksimalkan budget untuk cut dan carat. 

4. Pahami Harga Berlian

Carat mengacu pada berat sebuah berlian. 1 karat sama dengan 0,2 gram atau sekitar 0,007 ons. Berat berlian yang berukuran lebih kecil sering juga di nyatakan dalam poin di mana 1 poin sama dengan 0,01 karat (1 karat = 100 poin). Semakin berat sebuah berlian, semakin tinggi pula harganya.

Harga berlian juga begitu unik. Misalnya saja berlian 0,5 karat dengan kualitas F-VVS memiliki harga sekitar Rp 33.750.000. Mungkin kalian berpikir bahwa harga berlian 1 karat dengan kualitas yang sama, adalah sekitar Rp 67.500.000. Namun hal tersebut tidak benar adanya. Di lansir dari website The Gemology Institute of America (GIA), harga berlian 1 karat jauh di atasnya yakni sekitar Rp 186.083.300 hingga Rp 206.123.040.

5. Berbagai Jenis Bentuk Potongan Berlian

Berlian dengan bentuk bulat memang populer. Potongan yang memamerkan kedalaman batu berlian ini bisa di bilang merupakan yang paling cemerlang, karena bisa memantulkan cahaya dengan sempurna. Bentuk bulat klasik ini juga memberikan kesan yang mewah. Tak heran jika 53% cincin pertunangan solitaire di hiasi dengan potongan berlian bulat.

Namun ada beberapa cara memilih berlian dalam bentuk potongan lain seperti princess cut (kotak), marquise cut (oval namun ujung runcing seperti daun), emerald cut (persegi panjang), oval cut (oval), cushion cut (seperti bantal) dan pear (seperti bentuk buah pear, melebar di bagian bawah).

Perhiasan Berlian