Bahan Alami yang Menjadi Perhiasan Unik Masyarakat Indonesia

Bahan Alami yang Menjadi Perhiasan Unik Masyarakat Indonesia

Perhiasan dapat membuat orang yang memakainya menjadi lebih menarik. Berbagai cara dilakukan agar benda yang juga dapat meningkatkan status sosial ini dapat dimiliki.

Contohnya, dengan menggunakan bahan-bahan alami yang dijadikan sebagai bahan baku perhiasan yang memukau.

sejak dahulu manusia menggunakan benda-benda alam disekitarnya untuk membuat perhiasan. Selain tanaman seperti bunga, daun, dan buah, material lain yang sering dijadikan perhiasan adalah batu, tanah liat, serta bagian tubuh hewan. Seiring perkembangan zaman, mineral logam turut menambah daftar nama bahan-bahan perhiasan.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam yang besar, mulai tumbuh-tumbuhan, satwa, hingga mineral. Kondisi ini menjadikan masyarakat Indonesia relatif lebih mudah untuk membuat perhiasan. Berikut ini sejumlah bahan-bahan alami yang kerap dijadikan bahan baku perhiasan tradisional.

Tanaman

Tanaman dan biji-bijian merupakan salah satu bahan alami yang dapat dijadikan perhiasan. Contohnya serat anggrek dan palem yang bisa dianyam dengan tambahan material lain sehingga menjadi perhiasan yang menarik. Tak hanya itu, daun bakau dan daun sagu juga kerap dijadikan hiasan kepala dan kalung.

Tumbuh-tumbuhan berbiji seperti biji jali atau jelai juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk membuat kalung manik-manik dengan menggunakan ranting bambu. Selain itu, biji saga, biji rotan, biji kemiri, dan biji asam jawa dapat digunakan membuat gelang ataupun kalung yang menarik. Biji jenitri yang memiliki manfaat kesehatan juga bisa sekaligus menjadi perhiasan seperti gelang dan kalung.

Hewan

Keanekaragaman satwa lokal di Indonesia juga turut memudahkan masyarakat dalam membuat perhiasan. Contohnya, bulu burung kasuari yang indah sering dimanfaatkan sebagai perhiasan untuk di kepala.

Bagian tubuh hewan dari babi rusa, kuskus, beruang, marsupial, dan harimau, dahulu juga sering dijadikan bahan perhiasan. Masyarakat memanfaatkan bagian tubuh hewan tersebut seperti gigi, tulang, cakar, gading, serta taring menjadi material perhiasan yang indah dan kuat. Namun, sekarang perburuan terhadap hewan-hewan tersebut adalah tindakan melanggar hukum.

Masyarakat tinggal di pesisir juga memanfaatkan biota laut sebagai alat untuk mempercantik diri. Contohnya, cangkang dari kerang melo dan jenis siput laut, Nassarius kraussianus, yang dilubangi dan disusun menjadi manik-manik untuk kemudian dijadikan gelang, kalung, atau anting-anting. Tak ketinggalan, mutiara juga menjadi salah satu biota laut yang semakin diminati sebagai perhiasan.

Batu alam

Masyarakat juga tak terlalu sulit membuat perhiasan yang berasal dari batu alam karena Indonesia juga tersohor dengan batuan alamnya. Sejumlah jenis batu yang kerap dijadikan bahan perhiasan di antaranya batu safir, onyx, mirah delima, zamrud, bacan, dan berlian.

Hingga kini berlian masih menjadi salah satu batu alam favorit sebagai perhiasan. Sifatnya yang dapat merefleksikan cahaya dan tidak mudah tergores menjadikan jenis batu ini perhiasan yang sangat berharga dan diminati banyak orang. Terkait perhiasan-perhiasan di Indonesia, The Palace Jeweler memiliki koleksi perhiasan berlian wanita seri Nusantara yang terinspirasi dari perhiasan tradisional Indonesia.

 

Perhiasan Koleksi